Hadiah Yang Tak Terpikirkan

cerita dongeng: Hadiah yang tak terpikirkan
Rumah yang paling dekat dengan hutan itu, tampak sederhana. Nyaris tersembunyi di tengah kebun bunga yang luas. Rumah itu jadi tampak kecil jika dibandingkan dengan pohon-pohon berbuah yang tumbuh di sekitarnya. Namun, atap merah cerahnya membuat rumah itu tampak cantik. Atap itu terlihat jelas jika para peri melongok dari atas pagar tanaman yang terpangkas rapi.

Rumah itu adalah rumah Bibi Valory. Wanita tua itu senang berkebun dan sehari-harinya bekerja sebagai penjahit.

Dan makhluk kecil yang sembunyi di balik rimbun dedaunan di dekat rumah itu adalah ... Quilla. Ia adalah Peri Kebun. Tugasnya menaburkan bulir-bulir embun segar di kebun Bibi Valory setiap pagi. Quilla memiliki sayap kecil yang cemerlang.
Kenapa Quilla bersembunyi di sana?
Hmmm, alasannya sederhana. Quilla sedang mencari ide!
Yap dengan mengamati Bibi Valory, Quilla berharap ia bisa mendapatkan ide hadiah untuk Perayaan Musim Semi. Perayaan Musim Semi adalah perayaan untuk menyambut kedatangan musim semi. Di hari itu, peri-peri kebun akan memberikan Hadiah Terima Kasih pada orang-orang yang sudah merawat kebun dengan penuh kasih sayang.

Di saat bunga-bunga mekar di musim semi, para peri biasanya akan datang ke kebun-kebun bunga. Mereka beramai-ramai memanen madu bunga. Dan, jika pemilik kebun senang dengan Hadiah Terima Kasih itu, maka, bunga-bunga akan menghasilkan madu yang lebih lezat. Makin senang si pemilik kebun, maka makin lezatlah madu yang didapatkan para peri kebun.

Setiap tahun, para peri kebun akan memberikan hadiah sesuai tema. Misalnya sesuatu yang lezat, sesuatu yang berguna untuk kebun, atau sesuatu yang bisa dipakai.

Tema-tema yang sebelumnya itu tergolong mudah. Quilla selalu berhasil membuat Bibi Valory gembira. Tetapi, sekarang para peri kebun harus memberi hadiah dengan tema "Sesuatu Yang Tidak Terpikirkan.

Apa, ya, sesuatu yang tidak terpikirkan oleh Bibi Valory? Sesuatu yang dibutuhkan, sesuatu yang berguna, tetapi tidak dimiliki oleh Bibi Valory.

Quilla bingung. Berhari-hari ia berpikir, tetapi belum menemukan hadiah yang tepat. Padahal besok Sudah hari Perayaan Musim Semi!
"Hari ini aku harus berhasil mendapatkan ide," tekad Quilla sambil terus mengamati Bibi Valory diam-diam.

Kegiatan Bibi Valory tampak normal. Mulai dari bersih-bersih rumah, berjalan-jalan santai di kebun sambil menikmati sarapan yang sederhana.

Siangnya Bibi Valory asyik menjahit di dekat jendela. Dua kucingnya yang sedang bermain, naik ke meja dan menyenggol kotak jarum. Kotak itu jatuh. Isinya berceceran ke mana-mana.

"Oh, jarum-jarumku!" Bibi Valory langsung merunduk memunguti jarum-jarum itu. Ia tampak kesusahan. Selain kecil dan susah diambil dengan tangan, jarum-jarum itu juga sulit ditemukan. Mata Bibi Valory sudah mulai rabun.

"Kucing-kucing manis, ayo bermain di luar dulu! Kalian selalu menyenggol kotak jarumku jahitku," Kata Bibi Valory tanpa marah sedikitpun. Kucing-kucing itu mengeong dan langsung pergi ke halaman.

Melihat hal itu, terbersit ide. Quilla pun terbang kembali ke hutan peri dengan wajah cerah.
"Eh?!" seru para peri kebun saat mendengar ide hadiah Quilla.
"Kau tidak ingin memberikan hadiah yang lebih istimewa?" tanya peri lain heran. "Bukankah itu terlalu sederhana?"
Quilla menggeleng.
"Kurasa ini akan sangat berguna."
Melihat kemantapan hati Quilla, peri-peri lain tak berkomentar lagi. Mereka hanya bisa berharaap agar Bibi Valory senang dengan hadiah sederhana Quilla.

Perayaan Musim Semi pun tiba. Quilla dan peri-peri lain terbang ke kebun masing-masing dengan gembira.
"Semoga Bibi Valory senang dengan hadiah ini," kata Quilla saat menyerahkan hadiahnya.
"Aku selalu senang dengan hadiahmu, Quilla," Bibi Valory membuka hadiahnya. "Aaaah, magnet dan bantalan busa!"
"Iya, Bibi bisa menggunakan magnet ini untuk mencari jarum-jarum yang jatuh di lantai. Bantalan busa ini bisa ditaruh dikotak jarum Bibi. Ini untuk menancapkan jarum-jarum agar tidak mudah tercecer. Semoga Bibi senang.
"Eh? Ini adalah hadiah yang istimewa. Jarumku sering berkurang karena jatuh dan tercecer. Jadi, hadiahmu ini sangat berguna. Bahkan, ini sangat istimewa karena aku tak pernah terpikir dengan benda-benda ini.Terima kasih. Aku senang sekali pada hadiah ini!"

Ya, Bibi Valory tidak bohong. Ia benar-benar senang pada hadiah sederhana dari Quilla. Itu bisa dibuktikan dengan kelezatan rasa madu di kebunnya!

Oleh: Nina S 
Sumber: Majalah Bobo Edisi 01
Terbit 10 April 2014.

0 Response to "Hadiah Yang Tak Terpikirkan"

Post a Comment