Kisah Sebuah Sarung Tangan

kucing dan sarung tangan
Tiga ekor anak hewan bersahabat erat, mereka adalah Aci si anak kucing, Pupa si anak anjing, dan Putih si Anak kelinci. Mereka sering bersama di hutan, selagi orang tua mereka mencari makanan.

Suatu hari, mereka menemukan sebuah sarung tangan besar. Sarung tangan yang terbuat dari kulit itu tergeletak di tepi jalan di hutan.
Aci yang pertama kali mendekat. Tampak ada lubang menganga dan lima kantong jari di sarung tangan itu. Aci mencoba masuk."Ha, aku bisa masuk lubang ini!" teriak Aci setelah keluar dari lubang sarung tangan. "Enak sekali di dalam. Hangat. Cobalah"


Pupa mencoba masuk. Memang terasa hangat. Apalagi, udara di hutan saat itu agak dingin. Putih juga mencobanya.

Kini, tiga sahabat itu punya permainan baru. Setiap hari, mereka bermain, bergantian masuk ke sarung tangan bear itu.

Suatu pagi, ketiga anak hewan itu terkejut. Di tempat mereka, muncul dua ekor anak beruang.
"Hai, apa yang kalian lakukan?" tanya salah satu anak beruang.

"Kami sedang bermain dengan benda aneh ini," jawab Aci.

"O, asyik sekali! Bolehkan kami ikut?"

"Tentu saja boleh!"

Kedua anak beruang mendekat. Mereka juga ingin sekali masuk ke lubang sarung tangan itu. Namun sayangnya, tubuh kedua anak beruang itu terlalu besar. Tubuh mereka tidak cukup untuk masuk ke lubang sarung tangan. Kedua anak beruang itu kecewa. Tanpa bicara, mereka segera pergi.

"Sebenarnya, aku ingin memiliki benda aneh itu," kata anak beruang pertama.

"Bilang saja sama pada Ayah dan Ibu. Biar mereka yang minta pada anak-anak kecil itu," sahut anak beruang kedua.

Sampai di sarang. Kedua anak beruang itu menceritakan keinginan mereka kepada ayah dan ibu mereka.

Esok harinya, keluarga beruang pergi ke tempat Aci, Pupa dan Putih bermain. Dengan kasar, orangtua beruang merebut sarung tangan itu. Tentu saja Aci, Pupa dan Putih marah. Namun, keluarga beruang tidak peduli pada teriakan ketiga hewan kecil itu. Mereka membawa sarung tangan itu ke sebuah tempat lapang.

"Ini bisa kita pakai buat main sepak-sepakan," kata anak beruang pertama.
Sarung tangan itu kini disepak-sepak seperti bola oleh kedua anak beruang. Kedua orang tua beruang menjaga mereka.

Sementara itu, dua orang pemburu berjalan melintasi hutan. Mereka tampak mencari sesuatu.
"Kira-kira, di dekat sinilah sarung tanganku tertinggal," kata salah satu pemburu yang bertubuh besar.

"Kalau begitu, ayo kita cari!" ajak pemburu lainnya.

Mereka berjalan ke tempat Aci, Pupa dan Putih bermain. Ketiga hewan kecil itu segera lari sembunyi ketika mendengar langkah kaki. Saat itu, kedua pemburu mendengar suara ribut tak jauh dari situ. Mereka menoleh ke arah tanah lapang. Mereka melihat dua anak beruang sedang menendang sesuatu. Kedua pemburu itu mengendap-ngendap mendekat.

"Astagaa, itu sarung tanganku, disepak-sepak kedua anak beruang itu!" seru pemburu yang bertubuh besar.

"Kita usir saja mereka!" ujar pemburu satunya. Kedua pemburu itu seketika berteriak," Heeei...pergi kalian! Lepaskan sarung tangan itu! Husssh...husssh.." Mereka mengusir kedua anak beruang yang sedang bermain.

Keluarga beruang sangat terkejut. Apalagi ketika melihat senjata kedua pemburu itu. Tanpa menengok kiri-kanan mereka lari tunggang langgang. Sarung tangan tadi ditinggal begitu saja, tergeletak di tanah.

Pemburu yang bertubuh besar, mengambil sarung tangannya itu. Mula-mula ia gembira. Namun, wajahnya berubah kecewa ketika melihat bagian luar sarung tangannya telah tercabik-cabik.
"Huh, tak bisa dipakai lagi" gerutunya kesal sambil membuang sarung tangan mahal itu. Kedua pemburu itu lalu pergi.

Sementara itu, Aci, Pupa, dan Putih masih sembunyi di balik semak. Mereka mengintip dan melihat kedua pemburu tadi yang sudah pergi jauh. Mereka pun keluar dari persembunyian. Ketika melihat sarung tangan tadi, mereka sangat gembira. Walau bagian luarnya sudah koyak. Mereka masih bisa bergantian masuk ke lubang sarung tangan yang hangat.

Oleh : Pramudito
Sumber : Majalah Bobo

0 Response to "Kisah Sebuah Sarung Tangan"

Post a Comment