Kisah Nasi Menangis

nasi menangis
"Ayo Noe habiskan nasinya, tidak baik loh membuang-buang makanan terus-menerus," Ibu selalu membujuk Noe untuk menghabiskan makanannya karena Noe suka sekali menyisakan makanan yang dia makan.

"Ah ibu, Noe sudah kenyang. Noe tidak mau menghabiskannya lagi," kata Noe bersikeras untuk tetap tidak mau menghabiskan nasinya tersebut.

"Ya sudah, kalau begitu. Tetapi lain kali jangan seperti ini lagi ya," Kata Ibunya sambil membereskan piring dan membawanya masuk ke dapur.

Noe, hanya diam dan tidak memperdulikan perkataan ibunya, Ia memang selalu seperti itu, padahal di luar masih banyak orang yang kekurangan makanan.

Setelah makan Noe langsung tertidur pulas karena kekenyangan, tapi tiba-tiba ia mendengar suara tangisan dari dapur, Ia pun bergegas untuk menghampirinya, dan ingin tahu siapa yang menangis di dalam dapur.

"Hiks...hiks... kamu jahat Noe, kenapa kamu membuangku? Padahal kan masih banyak yang membutuhkan aku, masih banyak orang yang kelaparan di luar sana," Ternyata suara itu adalah tangisan nasi yang tadi Noe makan dan Noe tidak menghabiskannya. Noe terus saja memperhatikan nasi itu.

"Kalau kamu memang tidak suka memakanku, aku tidak akan berada dalam rumah ini lagi, biarlah kalian semua kelaparan," Teriak Nasi itu marah dan terus menangis.

Noe langsung menghampiri nasi tersebut dan meminta maaf atas kesalahannya, karena bagaimana kalau di rumah itu tidak ada nasi, oh pasti dia akan sangat menderita.

"Maafkan aku nasi, tetaplah di sini karena kamu adalah makanan pokok yang harus aku makan setiap hari," Noe memohon dengan harapan nasi akan memaafkan perbuatannya.

"Aku akan memaafkanmu, tetapi kamu harus berjanji tidak akan menyisakan makanan yang sedang kamu makan, dan tidak akan membuang-buang makanan lagi," Nasi membuat kesepakatan dengan Noe.

Noe pun berjanji, Ia akan selalu menghabiskan makanannya dan tidak akan membuang-buangnya lagi.


Sumber: Buku "Kisah Dari Negeri Dongeng" 
Disusun oleh: Mulasih Tary 
Penerbit: Pustaka Anak-Yogyakarta.

0 Response to "Kisah Nasi Menangis"

Post a Comment